
Siapa butuh operasi plastik dan alat kosmetik kalau kita bisa awet
muda hanya dengan mengunyah sepotong cokelat?
Bertambah satu lagi alasan bagi penikmat cokelat untuk tetap
menggandrungi makanan lezat ini. Penelitian paling mutakhir
menyebutkan kalau cokelat mengandung zat yang bisa meningkatkan fungsi
otak dan menahan proses penuaan.
Hasil penemuan yang menggembirakan ini disampaikan dalam pertemuan
tahunan the American Association for the Advancement of Science, yang
berlangsung di San Fransisco, minggu lalu. Penelitian yang dibuat oleh
perusahaan permen Mars Inc, tersebut menemukan bahwa flavanols, zat
aktif yang terdapat dalam biji cokelat bisa melancarkan peredaran
darah ke otak dan ditengarai efektif untuk menyembuhkan kerusakan
pembuluh darah.
Untuk otak
Hasil penelitian yang dibuat peneliti dari Britain University of
Nottingham Medical School, juga menyebutkan manfaat cokelat untuk
otak. Dalam risetnya, tim peneliti berusaha menggali manfaat flavonal
untuk meningkatkan fungsi kognitif selama menghadapi masalah mental
pada gadis-gadis remaja.
Meskipun hasilnya tidak sesuai perkiraan, namun diketahui bahwa
flavonal meningkatkan peredaran darah ke bagian otak setelah 2-3 jam
mengkonsumsi cokelat.
Selama ini cokelat sudah lebih dulu dikenal sebagai antioksidan yang
baik serta memiliki dampak bagi psikologis, yakni membuat seseorang
menjadi lebih nyaman dan tenang.
Meski sudah mengantongi hasil ilmiah yang membuktikan manfaat cokelat,
namun para peneliti mengingatkan agar kita tetap berhati-hati dalam
mengkonsumsi cokelat, yakni asupannya tidak lebih dari 100 kalori.
Cokelat Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung
Meski cokelat sering dituding sebagai penyebab kegemukan dan buruk
bagi kesehatan, sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari
makanan lezat dan manis ini, salah satunya mengurangi risiko serangan
jantung.
Tim peneliti dari fakultas kedokteran Johns Hopkins University yang
sedang meneliti aspirin dan penyakit jantung, secara tak sengaja
menemukan bukti bahwa sepotong kecil cokelat setiap hari bisa
mengurangi risiko serangan jantung.
Menurut Diane Becker, salah seorang peneliti, kandungan zat kimia dari
biji cokelat memiliki efek yang serupa dengan aspirin dalam mengurangi
gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah dan berakibat
fatal, yaitu serangan jantung.
Sebanyak 1200 orang menjadi responden dalam penelitian ini, mereka
berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit jantung. Awalnya
penelitian ditujukan untuk melihat manfaat aspirin pada lapisan
pembuluh darah.
Untuk mengikuti tes ini, para responden diminta taat pada beberapa
aturan, misalnya rutin olahraga, berhenti merokok, menghindari minuman
berkafein, minuman dari anggur dan menjauhi cokelat. Cokelat dan
beberapa makanan lain diketahui menyebabkan sumbatan pada pembuluh
darah.
"Beberapa responden keberatan ketika diminta menjauh dari cokelat, dan
itu sudah kami duga sebelumnya. Karenanya kami minta mereka tidak
makan cokelat selama 24-48 jam sebelum tes," kata Diane seperti
dikutip reuters.
Ternyata beberapa responden bersikap ’nakal’ karena mereka tetap
memakan cokelat, akhirnya tim peneliti membuat dua kelompok responden,
yaitu penelitian untuk aspirin dan mereka yang memakan cokelat.
Tim peneliti mengambil contoh sel darah dari dua kelompok untuk
mengetahui mekanisme pembuluh darah, guna mencari tahu berapa lama
trombosit membentuk gumpalan dalam tabung percobaan. Hasilnya, darah
responden pencinta cokelat lebih lambat menggumpal daripada kelompok
yang tidak memakan cokelat.
Dari hasil tes urin diketahui bahwa cokelat menghasilkan tromboxane
yang membuat produksi platelet (sel dalam sirkulasi darah) lebih
rendah.
Sebagai kelanjutan riset ini, tim peneliti akan melakukan riset untuk
mengetahui apakah pencinta cokelat memiliki risiko lebih kecil terkena
serangan jantung, stroke dan operasi jantung. Untuk itu mereka akan
melakukan penelitian selama beberapa tahun dan membutuhkan responden
para pencinta cokelat.









